Profile

Kecamatan Buay Madang

            Pembentukan Kecamatan Buay Madang ditetapkan dengan Perda Nomor 14 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU TIMUR. Kecamatan Buay Madang merupakan salah satu Kecamatan Pemekaran di Kabupaten OKU TIMUR dengan luas wilayah 70,7 Km2 dan yang beribukotakan di Kurungan Nyawa .

Geografis

Secara geografis Kecamatan Buay Madang terletak antara 40 sampai dengan 70 mpdl dan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara             : Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja

Sebelah Timur            : Kecamatan Buay Madang Timur

Sebelah Selatan          : Kecamatan Bahuga Kab. Way Kanan

Sebelah Barat             :  Kecamatan Buay Pemuka Peliung

Kecamatan Buay Madang secara umum beriklim tropis dan cendeung kering dengan temperatur harian bervariasi antara 24 C sampai dengan 32 C. Kecamatan Madang Buay Madang termasuk daerah yang bercurah hujan tinggi. Curah hujan tertinggi terjadi antara bulan November sanpai dengan Mei yang terendah pada bulan Juli sampai dengan bulan September.

Wilayah Kecamatan Buay Madang semuanya terjangkau oleh Listrik PLN, sehingga faktor penerangan cukup memadai untuk meningkatkan produktifitas.

Sebagian besar penduduk Kecamatan Buay Madang mendapat air minum dari sumur galian, sumur bor dan air saluran irigasi.

Topografi

Topografi wilayah Kecamatan Buay Madang terletak antara 40 sampai 70 meter diatas permukaan laut (dpl). Topografi sangat bervariasi dengan wilayah datar (peneplain zone), bergelombang (piedmont zone) dan berbukit (hilly zone). Kecamatan Buay Madang banyak memiliki wilayah daerah bergelombang.

Kecamatan Buay Madang dengan Ibu Kota Kurungan Nyawa menurut Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2006, memiliki 17 Desa, 1 Puskesmas Induk. Puskesmas Pembantu berjumlah 9 unit. Adapun 17 Desa tersebut adalah :

  1. Desa Kurungan Nyawa
  2. Desa Sukaraja
  3. Desa Way Halom
  4. Desa Tanjung Bulan
  5. Desa Sridadi
  6. Desa Tebat Jaya
  7. Desa Sumber Agung
  8. Desa Pisang Jaya
  9. Desa Kurungan Nyawa I
  10. Desa Kurungan Nyawa II
  11. Desa Kurungan Nyawa III
  12. Desa Sukaraja Tuha
  13. Desa Muda Sentosa
  14. Desa Cipta Muda
  15. Desa Aman Jaya
  16. Desa Ganjar Agung
  17. Desa Mulyo Agung

Demografi

Penduduk Kecamatan Buay Madang pada akhir Tahun 2015 berjumlah 39.321 jiwa yang terdiri dari laki-laki 20.359 jiwa atau 51,77%  dan perempuan 18.962 jiwa atau 48,23 %. Dari ke-tujuh belas wilayah desa tersebut jumlah penduduk terbanyak terdapat di Desa Kurungan Nyawa yaitu 4.638 jiwa, disusul oleh Desa Tebat Jaya yaitu 4.324 jiwa. Jumlah  penduduk terkecil ada di wilayah Desa Ganjar Agung yaitu 964 jiwa.

Struktur umur penduduk menggambarkan struktur penduduk berdasarkan usia balita ( 0 – 5 )tahun, usia sekolah ( 6 – 19 ) tahun, usia produktif (20– 64) tahun, dan usia lanjut di atas 65 tahun serta rasio laki-laki dan perempuan. Pada tahun 2010 jumlah kelompok usia terbanyak adalah (17-15) tahun yaitu 7.214 jiwa, disusul oleh kelompok usia (16-21) tahun dengan jumlah 5.877 jiwa, sedangkan jumlah terkecil pada kelompok usia 60 tahun keatas yaitu berjumlah 2.789 jiwa.

Permasalahan sosial di wilayah Kecamatan Buay Madang adalah pola kehidupan masyarakat bersifat konsumtif, sehingga kebutuhan akan Sembako sangat tinggi, masalah social lain karena wilayah Kecamatan Buay Madang adalah persawahan, sedangkan pertumbuhan penduduk terus berlangsung sehingga lahan untuk pemukiman menyempit, akibatnya terjadi alih fungsi lahan tanaman pangan produktif dijadikan pemukiman penduduk.

Perekonomian Daerah

Berdasarkan kontribusi masing-masing sektor (lapangan usaha) dalam PDRB, tampak bahwa perekonomian daerah Kecamatan Buay Madang masih didominasi sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan “leading sector”, sebagai penyumbang utama perekonomian Kecamatan Buay Madang.

Kecamatan Buay Madang dalam sektor pertanian tanaman pangan dalam struktur perekonomian dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan Buay Madang pada tahun 2015 didominasi oleh sektor pertanian sebesar 71,81%. Seterusnya disusul oleh sektor perdagangan, dan sektor jasa-jasa yang memiliki peranan di atas 10%.

Kecamatan Buay Madang sebagai daerah yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian tanaman pangan, mengalami penyusutan jumlah lahan yang terus berkurang pada tahun 2013 Luas lahan panen mancapai 7.125 ha, naik menjadi 7.123 ha pada tahun 2015 dengan jumlah produksi Gabah Kering Panen mencapai 69.805 ton. Atau mengalami kenaikan jumlah produksi sebesar 12,21 % dari tahun 2015, yang sebagian hasilnya di kirim keluar daerah Kabupaten sekitarnya.

Berdasarkan hasil analisis menggunakan data yang diperoleh setelah pemekaran Kecamatan, pendapatan per kapita Kecamatan Buay Madang sejak Tahun 2007, 2008 mengalami  sedikit peningkatan ,pada tahun 2015  sempat mengalami penurunan karena harga padi/ beras naik secara berlahan dan akhir tahun 2015 perlahan-lahan mulai stabil kembali  data ini di hitung atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Sosial Budaya Daerah

Berdasarakan tingkat pendidikan formal struktur penduduk dapat menggambarkan kondisi kualitas sumber daya manusia di suatu wilayah. Pendidikan merupakan kebutuhan dasar sehingga minat untuk meningkatkan pendidikan terus diupayakaan oleh pemerintah Kecamatan, rendahnya minat dikarenakan anggapan tampa pendidikanpun proses pertanian tetap berjalan, ada beberapa individu masyarakat yang beranggapan demikian. Bagi pemerintah keuntungan yang diperoleh dari investasi di bidang pendidikan antara lain bahwa pendidikan merupakan salah satu cara upaya dalam peningkatan kualitas tenaga kerja. Sedangkan bagi masyarakat Kecamatan Buay Madang khususnya pendidikan yang semakin baik merupakan modal dalam peningkatan kinerja, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan agama yang dianut, pemeluk agama di Kecamatan Buay Madang mayoritas adalah agama islam hal ini terlihat dari banyaknya sarana ibadah yang terdapat hampir merata di wilayah desa-desa, dan sisanya adalah pemeluk agama kristen dan Hindu. Pergaulan hidup antar agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa secara umum berlangsung damai dan saling menghargai sehingga kondisi aman dan terpeliharanya kerukunan dapat terjaga di wilayah Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU TIMUR.

Penyebaran penduduk di wilayah ini dapat dikatakan merata, pertumbuhan penduduk sedang, etnisitas yang majemuk, sarana dan prasarana sosial terbatas. Salah satu hal yang menarik adalah keanekaragaman budaya, adat istiadat serta suku bahasa dari masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Buay Madang. Masyarakat yang ada di Kecamatan Buay Madang terdiri dari suku bangsa Komering, suku bangsa ini adalah suku bangsa penduduk asli/lama. Perkembangan selanjutnya karena pengembangan wilayah transmigrasi dan mobilitas penduduk (urbanisasi) terdapat suku bangsa lainnya seperti jawa, bali, madura dan sunda. Penduduk suku bangsa asli/lama tersebar masing-masing di wilayah desa, sedangkan penduduk suku bangsa jawa-bali menyebar di kawasan-kawasan pedalaman desa dengan mata pencaharian sebagian besar sebagai petani, berbagai suku bangsa tersebut diatas mempunyai keanekaragaman bahasa yang berbeda, namun antara mereka hidup dengan rukun dan damai, mayoritas penduduk penganut agama Islam disusul agama Kristen dan Hindu. Mobilitas penduduk Kecamatan Buay Madang sangat tinggi, sehingga mereka banyak berkomunikasi antar etnis dan kontak sosial budaya pun terjadi. Kebudayaan yang masih dilakukan sampai saat ini di Kecamatan Buay Madang di antaranya ruwahan, maulid dan selamatan serta upacara-upacara adat suroan, pisaan, pemberian gelar bangsawan dan lain – lain.

Pemasalahan sosial di wilayah Kecamatan Buay Madang adalah lahan pemukiman yang terbatas, sedangkan pertumbuhan penduduk terus terjadi, sehingga lambat laut luas tanah pertanian/ perkebunan akan berkurang karena alih fungsi dari lahan pertanian/ perkebunan menjadi lahan pemukiman.

Scroll to Top